Rabu, Desember 18, 2024

Top Hari Ini

Terkini

Tren Kumulatif Covid-19 di Lampung Cenderung Meningkat

Reihana. | Jejamo.com

Jejamo.com, Bandar Lampung – Tren kumulatif kasus covid-19 di Lampung cenderung meningkat. Sampai dengan Senin, 25 Mei 2020, masih ada kasus baru.

“Trennya menanjak,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Lampung Reihana kepada jejamo.com lewat rekaman video Selasa tadi malam.

Reihana bilang, angka reproduksi efektif untuk Lampung masih di atas 1. Data ini, kata dia, tidak berbeda dengan rilis Kementerian Bappenas soal covid-19 di Lampung.

“Kecuali DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, yang angkanya sudah di bawah 1,” lanjut Reihana yang juga Kepala Dinas Kesehatan Lampung itu.

Reihana mengatakan, atas dasar itu, ada sejumlah intervensi yang akan dilakukan.

Pertama, menurunkan durasi kemampuan penularan. Caranya dengan melakukan diagnosis, tracing, tes cepat, dan isolasi mandiri terhadap orang dalam pemantauan.

Yang kedua, kata dia, adalah menurunkan kemampuan penularan. Yakni dengan menjaga imunitas diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan alat pelindung diri bagi tenaga medis dan warga yakni dengan makser, serta membiasakan mencuci tangan pakai sabun di air yang mengalir.

Yang ketiga, kata dia, menurunkan jumlah kontak dengan sama-sama menjaga jarak, melakukan isolasi mandiri terhadap orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP).

“Serta pembatasan komunitas,” ujarnya.

Sampai kemarin, ODP di Lampung 3.153 orang, 3,078 selesai dipantau, 68 masih dipantau, 7 meninggal.

Untuk PDP ada 100 orang, 12 sedang isolasi, 68 negatif, 20 meninggal dunia.

“Selasa ini ada 2 PDP meninggal,” kata Reihana.

Untuk konfirmasi positif sampai Selasa ada 116 orang, 64 isolasi, 8 meninggal, dan 44 sembuh.

“Pasien sembuh adalah nomor 48, 54, 84, dan 69,” kata dia.

Sedangkan dua PDP meninggal dunia.

Yakni, seorang laki-laki berusia 34 tahun asal Lampung Timur, dan laki-laki 55 tahun asal Bandar Lampung yang mempunyai penyakit hipertensi, diabetes, jantung koroner.

“Pemulasaran dengan penerapan protokol covid-19,” tutup Reihana. [Sugiono]

Populer Minggu Ini