Jejamo.com, Bandar Lampung – Pembongkaran flyover Jalan ZA Pagaralam menyebabkan kerugian pada pihak kontraktor dan pekerja. Hal itu disampaikan Pelaksana Lapangan PT Dewanto Cipta Karya, Sutarno.
“Kami hanya melaksanakan untuk pembongkaran. Kalau untuk kerugian, kami belum tahu. Yang jelas, pekerjaan banyak sekali dirugikan di sini. Tapi, saya tidak tahu secara persis berapa kerugiannya. Yang jelas kontraktor dirugikan karena alat-alatnya ini dapat sewa,” ujar Sutarno di lokasi, Jumat malam, 16/6/2017.
Menurut Sutarno, pembongkaran ini sifatnya sementara dan akan dilanjutkan kembali usai Idul Fitri.
Baca: Pembangunan Flyover Depan MBK Jalan ZA Pagaralam Disetop
Baca: Pembangunan Flyover MBK Jalan ZA Pagaralam Disetop, Lalu Lintas Macet Panjang
“Pembongkaran ini hanya untuk memperlancar arus mudik saja. Sementara barang-barang seperti alat-alatnya kami amankan dulu,” terangnya.
Dia menambahkan, pembongkaran tersebut merupakan atas perintah pemerintah pusat. Pihaknya hanya melaksanakan saja perintah dari pusat tersebut.
“Ini atas pemerintah pusat. Namun, pemberhentian hanya sementara. Nanti akan kembali dilanjutkan diperkirakan H+5,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Pembangunan flyover simpang Mall Boemi Kedaton (MBK) di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Bandar Lampung dibongkar sementara. Pembongkaran dilakukan pekerja dan disaksikan ratusan warga, Jumat malam, 16/6/2017.
Polemik pembangunan flyover memang mengemuka sejak beberapa hari terakhir. Gubernur Lampung Ridho Ficardo meminta pembangunan dihentikan karena belum ada izin dari Pemerintah Pusat.(*)
Laporan Andi Apriyadi Wartawan Jejamo.com