Jejamo.com – Insiden kekerasan yang melibatkan kelompok rasis Ku Klux Klan (KKK) di Anaheim, California, Amerika mengakibatkan tiga orang ditikam, satu orang kritis, dan 13 orang ditangkap pada Sabtu, 27/2/2016, waktu setempat.
Otoritas kepolisian mengatakan sekelompok orang yang mewakili kelompok KKK mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan unjuk rasa di Taman Pearson pada pukul 13.30. Namun rombongan demonstran sudah mulai muncul pada pukul 11.00.
Sekitar satu jam kemudian, beberapa pria berpakaian hitam dengan bendera konfederasi datang dengan dikawal polisi. Kekerasan meletus dan beberapa pengunjuk rasa menendang seorang pria berkemeja bertuliskan “Grand Dragon.”
Seorang KK Klan mengatakan kepada polisi bahwa mereka menusuk untuk membela diri. Saksi mata mengatakan bahwa KK Klan menggunakan tiang bendera sebagai senjata saat bentrok dengan pengunjuk rasa. “Dua orang lainnya ditikam saat huru-hara,” ujar Sersan Daron Wyatt dari Departemen Kepolisian Anaheim.
Wyatt menjelaskan dua anggota Klan dan tiga pengunjuk rasa ditahan setelah bentrokan itu. Kobe Sato, 18 tahun, dari Anaheim, mengatakan kerumunan pendemo menyerang anggota KK Klan ketika mereka datang di taman tersebut.
Brian Levin, Direktur California State University San Bernardino Center untuk Studi of Hate dan Extremism, yang saat itu dalam kerumunan menjelaskan bahwa demonstran bersenjata menyerbu kelompok KK Klan.
Levin mengkritik Kepolisian Anaheim yang tidak datang dalam jumlah yang besar di tempat kejadian beberapa saat sebelum kekerasan pecah. “Tidak ada polisi di sini ketika ini mulai terjadi,” ujarnya.
Ku Kluk Klan memiliki sejarah panjang dalam kehidupan kota Anaheim. Klan menjadi kekuatan politik yang dominan di Anaheim, memegang empat dari lima kursi dewan pada 1924. Pada puncak kekuasaan kelompok di Orange County, hampir 300 anggota Klan tinggal di Anaheim. Mereka berpatroli di jalan-jalan kota dengan jubah dan topeng.
Southern Poverty Law Center, memperkirakan kelompok Klan memiliki 5.000-8.000 anggota. Musim panas lalu, setidaknya seratus warga dari Whittier dan Fullerton menemukan paket yang berisi selebaran kelompok Klan yang bernada rasis. “Kawasan Santa Ana juga disebarkan selebaran pada Martin Luther King Jr. Day tahun lalu,” kata otoritas polisi setempat.
Klan, seperti dikutip dari Reuters, didirikan setelah penghapusan perbudakan di AS pada pertengahan abad 19. Klan kemudian menjadi kelompok dengan garis politik membedakan orang berdasarkan ras.
Baru-baru ini mantan pemimpin Klan David Duke menyatakan dukungannya kepada calon presiden dari partai Republik, Donald Trump. Namun Trump menolak dukungan itu.(*)
Tempo.co
[news_list title=”Terkait” display=”category” category=”11″ orderby=”random” count=”3″ show_more=”on” header_background=”#000000″ header_text_color=”#ffffff” hide_dots=”yes”]