Jumat, November 15, 2024

Top Hari Ini

Terkini

Komisi 8 DPR RI: Warga NU di Lampung Harus Perangi Korupsi

Ketua PW Hipsi Lampung H Abdul Karim, Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto, Pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, KH Maman Imanulhaq Faqih, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pesawaran Gus Mahsum Abror, di Bandara Raden Inten II, Lampung Selatan, Senin, 02/11/2015. | Ist.
Komisi 8 DPR RI sekaligus Pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi KH Maman Imanulhaq Faqih, bersama jajaran pengurus NU Lampung. | Ist.

Berita Bandar Lampung, Jejamo.com  – Kehancuran sebuah negara tidak hanya disebabkan adanya bencana, tetapi juga bisa disebabkan korupsi. Untuk itu warga Nahdlatul Ulama (NU) harus memerangi korupsi dan menjadikannya musuh bersama.

Demikian ditegaskan Pengasuh Ponpes Al-Mizan Jatiwangi Majalengka Jawa Barat, KH. Maman Imanulhaq Faqih di Kota Bandar Lampung, Senin, 01/11/2015. “Santri adalah orang yang selalu ingat kepada Allah. Santri ialah orang yang meninggalkan kezaliman,” ujar Kiai Maman dalam rilis yang diterima Jejamo.com.

Menurut Anggota Komisi 8 DPR RI ini hal yang bisa menghancurkan Indonesia ialah ketika para elit politik tidak lagi berpikir kepentingan rakyat, dan genenasi mudanya muda putus asa. “Kata Gus Dur, korupsilah yang akan menghancurkan Indonesia. Korupsi itu musuh kita bersama, musuh warga NU,” kata cucu KH Zaenal Mustofa itu lagi.

Pada kesempatan itu ia juga mengajak warga untuk memiliki semangat untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Semangat ini dapat diwujudkan dengan menjadi masyarakat yang unggul dan berkualitas.

“Tanpa Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik, Indonesia tak akan maju, karenanya mari berlomba-lomba perbaiki kualitas diri untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.(*)

Laporan Andi Apriyadi, wartawan jejamo.com Portal Berita Lampung Terbaru Terpercaya.

Populer Minggu Ini